Tampilkan postingan dengan label #beauty #healthylife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #beauty #healthylife. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2024

MANFAAT BROKOLI dan TIPS MENGOLAHNYA

 BROKOLI.. 

"Sayur ini ampuh guna mencegah kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut"

Siapa yang tidak mengenal sayuran ini, sayuran yang memiliki nama latin Brassica oleraceavar bortrytis tersebut ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. 

Bukan rahasia lagi jika brokoli disebut sebagai sayuran sarat khasiat kesehatan. Kerabat dekat kembang kol (cauliflower) ini kaya akan provitamin A (karotenoid), asam folat dan vitamin C. Brokoli juga mengandung banyak mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein juga dapat ditemukan dalam brokoli. Sementara flavonoid dan serat semakin memperkaya kandungan nutrisi brokoli.

Dengan segudang nutrisi di atas, brokoli pun memberi manfaat kesehatan yang besar bagi tubuh. Sayur ini ampuh guna mencegah kanker kolon, kanker prostat, kanker paru dan kanker perut. Selain sebagai antioksidan, brokoli yang kaya serat juga bermanfaat untuk mencegah kontipasi (sembelit) dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.


Kendati kaya manfaat, brokoli memiliki satu kelemahan, yaitu mudah rusak. 


Sayur ini tidak memiliki masa simpan yang cukup panjang. Karena itulah Anda pun perlu memahami cara memilih, meyimpan dan megolah brokoli agar rasa dan nilai brokoli dapat tetap terjaga.


Jika artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang salah satu manfaat ekstrak brokoli, maka kali ini saya akan menginformasikan KELEBIHAN dari BROKOLI..

1. Melawan Kanker

Brokoli mengandung zat anti kanker seperti glucoraphanin, serta nutrisi lain seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, potassium, seng serta aneka asam amino. Zat anti kanker itu terdiri dari dua senyawa phytochemicals yaitu indoles dan isothiocyanates.

Keduanya meningkatkan enzim yang mampu memerangi sumber zat karsiogenik. Kandungan tersebut mencegah perkembangan sel kanker di payudara, uterus, usus besar, prostat, ginjal, lever serta paru-paru. Brokoli juga  mengeluarkan kelebihan estrogen dari tubuh sehingga penting bagi perawatan dan pencegahan kanker payudara dan rahim.

2. Detoksifikasi Racun Tubuh

Kemampuan brokoli membersihkan tubuh berkat kandungan sulfur, vitamin C serta aneka asam amino. Mengonsumsi brokoli akan membebaskan tubuh dari radikal bebas serta toksin seperti asam urat.

3. Redakan Gangguan Perut
Sembelit merupakan penyebab utama gangguan perut. Dengan brokoli, rasa nyeri itu bisa berkurang, bahkan hilang. Kandungan serat yang begitu banyak membuat brokoli efektif mengatasi gangguan perut sekaligus mengeluarkan toksin dari saluran pencernaan.

Keasaman dalam perut juga bisa dinetralisir dengan memakan brokoli, karena sayuran ini memiliki magnesium serta vitamin. Brokoli juga membuat pencernaan serta penyerapan nutrisi makin baik.

4. Kesehatan Kulit

Brokoli kaya kandungan vitamin sehingga amat menguntungkan bagi kulit. Vitamin C, beta karoten serta vitamin B-kompleks dalam brokoli membuat kulit Anda semakin cerah dan bersinar.


Vitamin E yang membuat kulit semakin berkilau juga membantu proses peremajaannya juga bisa didapatkan dengan mengonsumsi brokoli. Nutrisi lain yang membuat kulit semakin halus dan kemilau adalah vitamin A, K, asam amino, folat serta Omega 3 juga bisa diperoleh dari brokoli.


5. Mengatasi Gangguan Jantung
Serat dalam brokoli serta asam lemak Omega 3, akan menurunkan kadar lemak jahat (LDL) serta menurunkan tekanan darah dan membuat jantung bisa bekerja dengan lebih baik.



Tips Memilih BROKOLI:
 
 Pilih brokoli yang kering karena air yang terperangkap disela-sela kuntum brokoli akan susah keluar. Akibatnya, kuntum dan sekitarnya akan mudah busuk selama disimpan. Bila perlu, kibaskan brokoli untuk mengeluarkan air yang terjebak disela-sela kuntum itu.
 Perhatikan tampilan kuntumnya. Pilih kuntum yang masih kuncup dan padat
dengan warna hijau gelap dan kompak.
  Jangan membeli brokoli yang ada bercak kehitaman atau kekuningan. Bercak ini bisa disebabkan oleh kotoran, kelayuan atau titik busuk. Amati pula bekas tebasan di pangkal batang guna mendeteksi jejak busuk di tengah batangnya. Jika ditekan, jejak busuk itu akan terasa lunak dan berair.
Jangan ragu untuk menggunakan indera penciuman Anda guna mengenali gejala kebusukan yang tidak terlihat.
  Untuk mengetahui brokoli yang Anda beli segar atau tidak, tekan batang atas brokoli dengan ujung jari. Brokoli yang masih segar memiliki batang yang masih keras.

Tips Menyimpan Brokoli:
1.       Brokoli dapat disimpan di dalam lemari pendingin hingga selama empat hari, bergantung pada tingkat kesegarannya ketika dibeli.
2.      Bersihkan brokoli dari kemungkinan adanya ulat. Celupkan ke dalam air hangat dengan posisi krop mengarah ke bawah. Setelah ulat keluar, angkat dan kibaskan brokoli.
3.      Potong tangkai yang terlalu panjang dengan maksimal bonggol yang disertakan selebar 4 jari. Bonggol yang terlalu panjang membuat brokoli cepat tumbuh sehingga kuntumnya menjadi mekar dan berwarna kuning.
4.      Masukkan brokoli ke dalam plastik hitam guna menjaga kelembabannya. Plastik hitam membuat brokoli terisolasi dari cahaya dan memperlambat metabolismenya. Hasilnya adalah warna hijau dan kesegarannya akan bertahan lebih lama.

Tips Memasak Brokoli:
 

- Memasak brokoli membutuhkan kehati-hatian tersendiri. Cukup dimasak sebentar saja agar vitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik.  
   - Memasak brokoli terlalu matang membuat warnanya menjadi hijau kehitaman. Kadar nutrisinya juga banyak yang hilang, terutama vitamin C. 
   - Agar brokoli tetap hijau segar, rebus dengan air mendidih yang telah dicampur dengan 1/2 sdt garam.  

Senin, 09 Agustus 2021

4 Jenis Sayuran yang Paling Sehat untuk Dibuat Jus Segar

Selain buah, sayuran juga bisa dibikin jus segar. Akan tetapi, tidak semua jenis sayur bisa dijus. Beda jenis sayurnya ternyata beda pula manfaatnya.

Lantas, apa saja jenis sayuran yang cocok dan paling sehat untuk dibuat jadi jus?

 

1. Sayuran hijau


Sayuran berwarna hijau biasanya mengandung banyak ragam vitamin dan mineral, dari vitamin A, vitamin C, asam folat, kalium, zat besi (Fe), hingga zink. Dari bayam, kale, brokoli, sawi, selada Romaine, selada air, kubis Cina, hingga peterseli adalah beberapa pilihan sayur hijau terbaik untuk dijus dan diminum setiap hari.

Namun, rasa jus sayur hijau cenderung pahit dan agak langu. Untuk menyiasatinya, Anda bisa “mempermanis” jus tersebut dengan buah yang manis atau sedikit asam, seperti apel, kiwi, atau mangga. Bisa juga pakai madu. Agar tambah lezat dan bernutrisi, boleh tambahkan asupan protein dari susu atau yogurt.

 

2. Tomat


Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan jus tomat. Tomat sangat kaya akan vitamin A dan vitamin C, jadi baik bagi kesehatan Anda..

Meski sudah enak, tapi Tomat pun sudah memiliki rasa asam-manis alami, sehingga Anda tak perlu-perlu amat menambahkan buah-buahan lainnya untuk mempermanisnya. Meski juga tidak dilarang jika itu yang Anda inginkan, misalnya menambah lemon ataupun apel.

 

3. Wortel

Wortel adalah jenis sayuran yang bisa disajikan dalam bentuk apapun, entah itu sup, tumis, hingga jus. Bahkan, tak jarang orang yang memakannya langsung. Karena rasanya yang manis, wortel banyak digemari.

Tak hanya punya rasa yang enak, wortel juga baik bagi mata karena punya vitamin A yang tinggi serta berbagai zat mineral yang dibutuhkan tubuh. Agar lebih enak, Anda juga bisa mencampurkannya dengan buah-buahan lain, sesuai selera.

 

4. Jus seledri

Mungkin jus seledri terdengar aneh bagi Anda, tapi ternyata sayuran hijau ini punya manfaat bagi kesehatan, karena kaya akan magnesium dan zat besi. Jus sayuran ini juga sangat pas dikonsumsi ketika wanita datang bulan karena bisa membantu menjaga jumlah zat besi dalam tubuh. 

 

 

Suka jus sayur sangat bagus, tapi jangan sampai dijadikan andalan menu utama

Jika Anda sangat suka sayur yang dibuat menjadi jus, sebenarnya tidak masalah. Justru semakin banyak sayuran yang Anda konsumsi sehari, bisa menambah asupan serat yang baik bagi pencernaan. 

Namun, jangan sampai menjadikannya pengganti sayur dalam menu makan Anda setiap harinya.

Yaa.. jangan sampai Anda hanya minum jus terus-terusan tanpa mengonsumsi sayuran aslinya ketika makan. 

Karena, sayuran dalam bentuk sebenarnya memiliki kandungan serat yang lebih banyak. Jadi, ketika makan berat Anda harus mengonsumsi sayuran dan tak apa jika selanjutnya ingin membuat jus sayuran sebagai tambahannya. 

 

Mari memulai hidup sehat, sejak saat ini..

Selamat Mencoba!!